Jumat, 26 Oktober 2007

Bid'ah alias berprasangka buruk.

BID,,,AH, SUUDHON A l i a s BERPRASANGKA BURUK


Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari berprasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu “Dosa” dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain, sukakah seseorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati, maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya dan bertaqwalah kamu kepada ALLAH, sesungguhnya ALLAH Maha penerima Taubat lagi Maha Penyayang “...( QS : 49 , 12 )--------------------------

Betapa tidak berartinya “logika manusia” yang telah dididik bertahun tahun lamanya, hanya mencetak manusia berfikir duga-duga bahkan selalu berprasangka buruk hal hasil prasangka buruk tidak saja terarah terhadap sesama mahluk bahkan tidak jarang langsung terarah kepada ALLAH.----------

Akibat terlalu buta dan gelapnya daerah hati, maka tampaknya diri sendiri lebih baik dan sempurna dari diri orang lain dan tidak disadari bahwa dirinya ternyata lebih tidak berarti bahkan lebih buruk atau kotor dari pada yang diprasangkai, misalnya menduga seseorang adalah kotor, maka apa yang kamu tuduhkan kepada fihak lain itu adalah sebenarnya dirimu.-----------------

Agar keburukan diri sendiri tidak terlihat dan terbaca oleh fihak lain, maka dilemparkanlah keburukan itu kepada orang lain yaitu: dengan cara berprasangka buruk, jadi jelasnya setiap prasangka buruk sama halnya dengan membuka aib atau keburukan dirinya sendiri.------------------------------

Mereka yang berprasangka buruk itu adalah mereka yang tidak pernah mendapatkan kebahagiaan dan kepuasan sesungguhnya, sehingga untuk memperoleh kebahagiaan dan kepuasan jalan yang ditempuh adalah berprasangka buruk padahal kebahagiaan dan kepuasan yang diperoleh dari hasil berprasangka buruk hanya dapat dirasa oleh nafsu.--------------------------

Jika ingin melepaskan dari belenggu “iblis” yang selama ini kuat membelenggu dirimu, sudah seharusnya tempat persembunyian iblis yang ada dihatimu digusur dengan tekad bulat dan selama bathin belum dapat menggusur iblis dari sudut hati, jangan harap ALLAH dapat mengisi hatimu sekalipun kau beribadah sederas-derasnya hasilnya seperti “ buih ditepi pantai “ akan seketika lenyap tiada berarti.-------------------------------------------------------------

Tempat persembunyian iblis dihati jika tidak dikikis habis, selamanya dirimu akan berada dalam rantai ikatan belenggu iblis diantaranya adalah : Kurang dan bahkan tidak bias menghargai suami, sebagaimana mestinya seorang istri terhadap suami hal ini dikarenakan Prasangka buruk terhadap suami selalu saja ada pada diri seorang istri, apakah sikap demikian itu tidak termasuk salah satu Dosa ?.--------------------------------------------------------------------------

Sesungguhnya prasangka buruk hampir setara dengan “fitnah” sebab fitnahpun belum tentu sesuatu yang nyata, tidakkah kau ketahui bahwa ALLAH mendidik hambaNYA untuk senantiasa yakin pada sesuatu dan apa jadinya kehidupan ini jika hanya diisi oleh manusia-manusia yang suka menduga-duga dan berprasangka buruk “Sebenarnya prasangka itu adalah sifat iblis dan sifat binatang”.-------------------------------------------------------------

Perlu diketahui “Hakekat” prasangka buruk timbulnya dari sifat kedengkian, tanpa kedengkian tidak akan ada wujud berprasangka buruk, sebagaimana kedengkian iblis terhadap Adam, oleh karena itu apapun bentuk prasangka apakah itu prasangka baik maupun buruk akan tetap saja ternilai “ Musyrik” dimata ALLAH, maka untuk menghilangkan prasangka buruk seseorang diarahkan untuk senantiasa dekat dan bertanya kepada ALLAH, sehingga apa yang dilihat, didengar atau ditelusuri tidak lagi membawa nilai prasangka atau menduga-duga apalagi ragu-ragu melainkan sesuatu yang harus diyakini dan nyata.-----------------------------------------------------------------------------------------

Bersyukur atas pemberian nikmat, rahmat, hidayah serta karunia yang tak ternilai harganya dari ALLAH Subhanna Wa Ta’alla akan membuat orang rendah diri dan mengetahui keberadaan serta kemampuannya karena jika menuruti hawa nafsu manusia yang dipengaruhi iblis akan selalu kurang dan tidak pernah puas.-------------------------------------------------------------------

Berfikir Positif merupakan “kunci” dari segala sesuatu beban dan rongrongan pada diri seseorang sehingga terhindar dari gejala penyakit berprasangka buruk yang pada gilirannya nanti akan menjadi bumerang pada diri sendiri karena kurang percaya diri sehingga penyakit kejiwaan ( Stres/ Stroke ) dll. Akan menghantui kehidupan yang semestinya tidak perlu terjadi dan ketakutan pada diri sendiri ( was-was ) sebagai sumber ketidak yakinan akan kebesaran ALLAH.--------------------------------------------------------------------------


o Awal februari dua ribu tiga :

o Sekapur sirih, alunan suara dan cahaya kunang-kunang serta gigitan nyamuk yang tak kenal kompromi menghentak dikeheningan malam yang semakin sepi dan bisu setegar diamnya batu karang.

Tidak ada komentar: